Tahukah anda bahwa ternyata satin itu sangat beragam dari macam dan jenisnya, setidaknya hasil yang penulis temukan terdapat 7 jenis kain satin yang bagus dan di rekomendasikan untuk digunakan.
Untuk yang masih belum mengetahui apa itu satin, atau bagaimana proses pembuatannya dan berapa harga kain ini di pasaran saat ini. Pastikan untuk juga membaca rujukan berikut ini.
Pada artikel ini akan di ulas setiap jenis beserta kegunaan dan kelebihannya. Satin memang terkenal halus dan juga berkilau, sehingga tak sedikit para wanita menggunakan satin sebagai bahan dasar pembuatan pakaian.
Macam Macam Kain Satin Terbaru
Sebenarnya satin berguna untuk banyak hal selain untuk pakaian seperti bahan dasar celana atlet, gaun, kain pelapis (puring), tas genggam (clutch), kain penghias rumah dan juga bisa digunakan untuk bahan dasar membuat aksesoris fashion anda.
Kembali ke topik semula, Apa saja ke sebelas jenis kain tersebut, yuk simak beserta ulasan lengkapnya;
Jenis Duchesse - Gaun Pesta
1. Jenis Satin Duchesse atau Satin Bridal
Untuk anda yang memutuskan membuat gaun dari bahan satin, maka jenis ini adalah pilihan yang bagus. Seing kali jenis kain ini di gunakan untuk membuat baju gaun pengantin. Kata Duchesse merupakan bahasa peranci yang berarti bangsawan, beberapa juga ada yang menyebut dengan istilah satin bridal.
Kelebihan dan Kekurangan : Agak berat, kaku dan mengkilap
Harga Satin Duchesse (Bridal) : Range Rp.50.000 - Rp.150.000
Jenis Faconne
2. Jenis Faconne Satin atau jacquard satin
Beberapa beranggapan bahwa satin sangat tidak cocok bila memiliki motif, nah ini merupakan anggapan yang keliru. Bila anda menginginkan jenis kain satin yang bermotif dan yang bagus maka jenis ini adalah pilihan yang tepat untuk anda.
Motif : Bergaris-garis, paisley, atau desain lainnya.
Kelebihan dan Kekurangan : Memiliki berat dan kualitas yang beragam, lebih lembut dan tidak sekaku jenis Duchesse.
Harga Satin Faconne : Rp.0 (Pending)
Contoh Jenis Slipper
3. Jenis Satin Slipper
Jenis ini memang cukup unik, umumnya digunakan sebagai bahan baku membuat sepatu. Bila anda pernah mengenakan atau melihat sepatu balet, kebanyakan juga terbuat dari jenis ini.
Kelebihan : Dapat dicelup, digunakan untuk bahan pelapis sepatu, Dapat dijadikan bahan sepatu ballet
Harga Satin Slipper : Rp.0- (Pending)
Contoh gambar satin delustered
4. Jenis Satin Delustered
Jenis ini memiliki nama perancis yaitu "peau de soie" atau dalam bahasa indonesia dapat di artikan dengan kulit sutra. Bila dibandingkan dengan jenis lain mungkin ini yang paling berbeda, selain ringan ternyata jenis ini ternyata tidak berkilau seperti satin pada umumnya.
Kelebihan : Memiliki tekstur bahan yang ringan, dan umumnya mengkilap pada kedua sisi bahan
Harga Satin Delustered : Rp.0- (Pending)
Contoh pola pada satin damask
5. Jenis Satin Damask
Salah satu jenis yang di gemari adalah jenis ini, satin damask memang terkenal dengan pola pola yang indah dan cantik. Selain itu penggunaan sutra disertai desain floral yang terbilang rumit membuat penggunanya tampak elegan dan anggun.
Kelebihan : Terkenal dengan pola bahan yang rumit, Memiliki pola timbul dari bahan beludru, Tetap memiliki kesan mengkilap pada bahan
Harga Satin Damask : Rp.0- (Pending)
contoh satin cloth bahan wol sintetis
6. Jenis Satin Cloth
Jenis ini memiliki nama lain "satin de laine" atau bila di artikan dalam bahasa indonesia berarti satin wol. Jenis kain ini di proses dengan wol perancis dan di tenun dengan teknik satin. Sangat populer untuk bahan gaun dan blouse.
Kelebihan : Sisi luar kain terasa lebih halus, terkenal karena bahannya kuat dan awet, Bahan tampak mengkilap dan bercahaya
Harga Satin Cloth : Rp.0- (Pending)
contoh kain sateen
7. Jenis Sateen
Jenis kain ini menggunakan bahan rayon atau katun (baca : apa itu kain katun). Uniknya masyarakat kita menganggap kain ini adalah satin, sebenarnya ada perbedaan dari kedua jenis tersebut. Ulasan ke-7 ini akan sedikit berbeda, karena kita akan membahas perbedaan dan persamaan satin dan sateen.
Persamaan ;
Sama sama dibuat dengan teknik weave sehingga sama sama berkilau dan glossy.
Perbedaan ;
Perbedaan mendasar adalah pada penggunaan bahan serat, bila Satin menggunakan serat filamen semisal sutra, nilon ataupun polyster. Sateen menggunakan serat cotton ataupun Short-Staple.
7 jenis dan macam di atas memang yang paling umum dan banyak digunakan oleh masyarakat kita. Sebenarnya masih terdapat jenis lain seperti satinet yang merupakan jenis kain satin yang sangat tipis dan terbuat dari filamen sutra. Juga ada abutay yang tidak terlalu mengkilap, namun kaku dan tipis.
Ternyata jenis satin itu memang beragam, banyaknya pilihan semakin memanjakan para konsumennya. beberapa harga di atas masih bersifat pending, bila anda memilik informasi harga untuk jenis kain di atas, pastikan untuk menghubungi kami untuk melengkapi informasi dalam artikel ini. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang jenis dan macam kain satin yang bagus untuk di pilih sesuai fungsinya.
Berbicara tentang kain, maka tidak lengkap tentunya bila tidak mengulas salah satu jenis kain populer ini. Kain satin memang menjadi salah satu primadona di kelasnya. Namun ternyata, beberapa orang tidak bisa membedakan satin dengan jenis lainnya.
Seperti apa pengertian satin itu?
Satin adalah salah satu jenis kain yang di tenun dengan teknik serat filamen, kain ini memiliki ciri kas yaitu permukaan kain yang licin dan mengkilap. Beberapa masyarakat kita menganggap satin dan sutra adalah kain yang sama, secara umum merekea memiliki ciri kas yang sama namun sebenarnya berbeda.
Filamen adalah jenis serat yang memiliki ukuran sangat panjang. Sedangkan breathable merupakan kemampuan kain untuk menyerap dan menyalurkan uap air dari material kain.
Perbedaan mendasar antara satin dan sutera adalah bahan yang digunakan, Satin ditenun menggunakan bahan dasar serat buatan (contoh polyster) sedangkan sutera bahan dasarnya merupakans erat alami dari ulat sutera.
Lalu Apa Perbedaan Paling Mencolok?
Pada sifat kedua kain tersebut, satin lebih cenderung mengkilat dan licin sedangkan sutera lebih halus dan ringan.
Informasi Seputar Kain Satin Sejarah dan Perkembangan
Awal mula jenis kain ini mulai di kenal adalah pada abad ke-20 di dataran eropa. Satin sendiri bukan merupakan nama resmi sebuah kain. Satin adalah teknik tenun yang ditujukan untuk mendapatkan permukaan kain mengkilap (glossy) dan berkilau sehingga tampak bercahaya,
Hasil survey menunjukan mengapa para wanita menggemari jenis kain ini karena membuat mereka tampak lebih sensual, glamor dan feminim. Saat ini memang semakin banyak penggemar kain ini, dan jenis kain satin banyak digunakan untuk membuat bahan blus, kemeja, gamis, dan baju baju pesta.
Salah satu pesaing berat kain ini adalah, kain katun meskipun tidak memiliki ciri kas yang mirip namun dua jenis kain ini sering menjadi pertimbangan utama sebagai bahan pakaian. Ingin tahu lebih banyak tentang katun, yuk baca ulasan dibawah ini.
Sudahkah pembaca mengetahui bagaimana proses pembuatan kain jenis satin ini, untuk menambah wawasan pastikan untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan hingga menghasilkan kain yang mengkilat dan glamor ini.
Proses dan Cara Pembuatan Kain Satin (Satin Fabric)
Berbicara tentang proses dan cara pembuatannya maka terlebih dahulu kita harus mengenal teknik "Satin Weave" atau teknik tenun satin. Teknik adalah sebuah cara menenun dengan tujuan menghasilkan permukaan kain yang nampak berkilau.
Proses menenun adalah proses pembentukan jalur dua benang yang saling menyilang, hal ini umumnya dikenal dengan istilah warp dan weft. Penenun indonesia lebih sering menyebutnya dengan benang lusi dan benangpakan.
Apa itu Warp dan Weft?
Warp (Benang Lusi) adalah proses benang yang disusun memanjang lurus secara vertikal.
Weft (Benang Pakan) adalah proses benang yang disusun melebar dari kanan ke kiri dan di susun secara horizontal.
Kedua benang di atas akan saling menyilang satu sama lain hingga akhirnya terbentuk sebuah kain. Untuk mempermudah pemahaman simak gambar di bawah ini.
Gambaran Pola Warp dan Weft
Pada proses satin, untuk mendapatkan kain yang glossy adalah dengan menyilangkan sekurangnya 4 benang warp terhadap satu benang weft. Hal ini juga dapat dilakukan sebaliknya, yaitu dengan menyilangkan sekurangnya 4 benang weft terhadap 1 benang warp.
Pastikan untuk menggunakan permukaan benang yang berkilau sebagai face atau wajah benang (benang yang akan tampak di atas, atau wajah ebanng).
Sebenarnya ada banyak jenis dan macam dari kain ini, setidaknya penulis pernah menuliskan 6 jenis kain satin. Untuk yang ingin tahu lebih lengkapnya, yuk simak link berikut
Jenis jenis dan macam dari kain satin lengkap beserta cara menilai kualitas kain yang bagus. Ternyata ada jenis khusus yang sangat bagus untuk pakaian terutama gamis, sudah tahu apa saja?
Seperti yang penulis janjikan sebelumnya, disini akan di cantumkan daftar harga terbaru dari kain satin. Untuk catatan, bahwa harga tentu berbeda beda di setiap toko dan daerah namun harga yang tercantum disini dapat anda jadikan patokan harga dasar dari jenis kain satin.
Motif
Lebar (meter)
Harga Rp. /Meter
Polos
1,50
23.000
Polos Elektrik
1,15
27.000
Jaqcuard
1,15
49.000
Rang Rang
1,15
29.000
Kain BerMotif
1,50
35.000
Harga tentu dapat berubah sewaktu waktu, bila anda memiliki informasi harga terbaru anda dapat menuliskan pada artikel ini dan nantinya akan kami perbarui pada tabel daftar harga ini.
Ternyata selain untuk tujuan pembuatan pakaian, jenis kain ini juga dapat digunakan untuk membuat aksesoris. Seperti pada video di bawah ini. Membuat aksesoris berbentuk mawar menggunakan kain satin.
Semoga informasi pada artikel ini dapat bermanfaat dan khususnya menambah wawasan tentang kain satin. Memang satin menjadi salah satu primadona para wanita karena harganya yang terbilang terjangkau dan juga kesan yang diberikan pada pakaiaan yang dikenakan membuat para wanita tampak lebih cantik dan tampil percaya diri.